Tanah Terbelah di Sawoo Ponorogo

Tanah terbelah di Dukuh Kleco RT 06 RW 02, Desa/Kecamatan Sawoo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupeten Ponorogo langsung menerjunkan tim untuk meninjau tanah yang terbelah di Dukuh Kleco RT 06 RW 02, Desa/Kecamatan Sawoo, Jumat (19/09/2014).

Diketahui, sedikitnya ada 30 rumah warga di Dukuh terancam terkubur ke dalam tanah. Ini lantaran tanah di desa tersebut retak selebar 1 meter dengan kedalaman 10 meter.
Kondisi ini membuat ratusan warga yang tinggal di kawasan pegunungan itu merasa ketakutan. Mereka khawatir retakan tanah akan semakin melebar dan merobohkan rumah.

Menurut keterangan warga, retakan tanah tersebut sepanjang 250 meter itu dari hari ke hari makin memanjang dan lebar.

Selain itu akses jalan dari Desa Temon ke Desa Sawoo juga sudah putus sejak sepekan lalu.

Kasi Pencegahan dan Kesiapan BPBD Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono mengatakan, pihaknya telah berada dilokasi beberapa saat setelah menerima laporan dari warga.

Kata Setyo, saat ini BPBD masih melakukan tinjauan ke lapangan untuk menentukan tindakan berikutnya. Tim BPBD akan mengambil menentukan apakah warga harus diungsikan atau tidak.

“Keretakan di Sawoo sementara kita evaluasi, apakah keretakan itu tambah meluas. Tapi berdasar pantauan kami ini cukup membahayakan warga. Karena keretakan paling parah dalamnya 10 meter dan lebarnya 1 meter. Kami telah mensosialisasikan tanggap darurat tentang bagai mana cara menyelamatkan diri bila bencana terjadi,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mengevakuasi warga atau tidak pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sebab bagaimanapun bagi BPBD, keselamatan jiwa adalah paling utama. Sedangkan masalah gerakan tanah yang terus melebar akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum setempat.

“Dampak tanah terus menurun rekahannya, 30 rumah membahayakan kalau terus terjadi seperti itu. Kita masih koordinasi dengan kepala desa gimana baiknya. Apa sementara diungsikan. Yang penting evakuasi penyelamatan terhadap manusianya. Kalau sementara ngungsi sewaktu-waktu ada suara gemuruh, untuk penyelamatan. Makanya itu kami sosialisasi kepada warga,” pungkasnya.

Source : lensaindonesia.com

Incoming search terms:

{ 0 comments… add one }

Leave a Comment

You might also likeclose