Published On: Tue, Dec 23rd, 2014

Kasus Korupsi RSUD Ponorogo Dilimpahkan Ke Kejari

Korupsi ponorogoHari ini berkas penyidikan kasus korupsi RSUD dr. Harjono Ponorogo dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari). Berkas kasus yang mandeg selama dua tahun Polres Ponorogo ini akhirnya dinyatakan lengkap alias P21.

Polisi juga berancang-ancang akan menetapkan tersangka baru yang. Bahkan calon tersangka baru ini akan diambil alih oleh KPK langsung.Dua tersangka sebelumnya adalah mantan Dirut RSUD Yuni Suryadi dan Kusnowo,pejabat pembuat komitmen.
Penyidik akan segera menyerahkan berkas setebal 30 cm itu ke jaksa berikut barang bukti dan tersangka yang tidak ditahan.

“Insya Allah hari ini. Petunjuk untuk tersangka lain sejak awal sudah ada, makanya kita pilah jadi 2 berkas. Yang dua sudah selesai dan kita
limpahkan,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Hasran, Selasa (23/12/2014).

Untuk tersangka baru dalam kasus korupsi yang merugikan negara Rp 3,5 M (versi BPKP) ini, menurut Hasran, berasal dari beberapa SKPD di Pemkab Ponorogo. Namun Hasran menolak menyebutkan Satker mana saja dan siapa saja.

Hanya dikatakan, untuk tersangka baru nanti akan langsung diambil alih oleh KPK. Sebelumnya, KPK hanya berperan memberi bantuan dengan penyidikan dan peminjaman saksi, maka untuk tersangka baru nanti akan langsung ditangani sendiri oleh KPK.

“Banyak calon tersangka lain, makanya koordinasi dengan KPK. Yang mana nanti ditangani oleh KPK dan mana yang dilakukan oleh kita (Polres Ponorogo, red). Untuk yang calon (tersangka baru) masih penyidikan,” imbuh perwira asal Makasar itu.

Berkas dinyatakan lengkap setelah penyidik kembali memeriksa mantan bendahara PT. Duta Graha Indah(DGI) Yulianis, yang berada dalam tahanan KPK di Jakarta.

Namun Hasran menyatakan hasil pemeriksaan terhadap Yulianis akan diungkap di persidangan. “Nanti semua akan diungkap di persidangan Tipikor,” tegasnya.

Sebelumnya berkas dari penyidik dikembalikan oleh jaksa pada Oktober lalu, karena belum menyebut secara spesifik adanya persekongkolan yang mengakibatkan korupsi tersebut.

Persekongkolan tersebut adalah yang dilakukan oleh pihak tim RSUD ( pengelola) dengan pelaksana dan konsultan. Dalam hal ini para tersangka, PT Duta Graha Indah (DGI) selaku pelaksana dan PT Anugerah selaku konsultan.

Akibat persekongkolan itulah yang menimbulkan adanya korupsi dalam pembangunan rumah sakit tertua di Ponorogo itu. @arso (lensaindonesia.com)

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose