Published On: Sun, Aug 24th, 2014

Festifal Reyog Mini XII Ponorogo

Share This
Tags

PONOROGO-Sebanyak 30 grup reog dari kalangan pelajar se wilayah Kabupaten Ponorogo meramaikan Festival Reog Mini (FRM) ke XII yang digelar di panggung utama alun-alun Ponorogo. Puluhan grup reog ini, rata-rata pemainnya masih dari kalangan pelajar setingkat SMP.
Festival tahunan ini, mulai dibuka pada, Sabtu (23/8/2014) malam kemarin. Sedangkan rincian pesertanya sebanyak 21 peserta dari 21 SMP yang ada di setiap kecamatan di Ponorogo, sisanya dari kalangan pelajar lainnya.
Bupati Ponorogo, Amin mengatakan agenda rutin tahunan tersebut bertujuan melestarikan kebudayaan asli Ponorogo yang telah membawa nama baik dan nama Ponorogo mendunia. FRM itu dilaksanakan sebagai upaya menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur Ponorogo. Apalagi, cara itu didukung dengan pagelaran reog setiap bulan di alun-alun Ponorogo dan di komplek Kesenian Bantarangin di Kecamatan Kauman serta setiap 2 bulan sekali digelar di Telaga Wisata Ngebel.
“Untuk menanamkan kecintaan kesenian reog ke generasi penerus, kami mengeluarkan Perda yang berisi setiap sekolah harus memasukkan kesenian reog dalam mata pelajaran muatan lokal (mulok). Ini untuk nguri-nguri kesenian reog,” terangnya kepada Surya, Sabtu (23/8/2014) malam usai pembukaan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Pemkab Ponorogo, Sapto Jatmiko menjelaskan ke 30 grup reog akan beradu kebolehan dalam festival itu semuanya pesertanya dari siswa-siswi setingkat SMP. Menurutnya, tujuan acara FRM sebagai ajang melestarikan potensi budaya dan pariwisata dari kesenian tradisional.
“Tak hanya itu, acara juga dilengkapi dengan acara puncak yakni pertunjukan 300 grup reog di alun-alun Ponorogo yang bakal dilaksanakan, Jumat (29/8) mendatang,” tegasnya.
Sementara salah seorang pemain reog cilik, Nova Tri Asmawan (14) dari SMPN I Jetis mengaku sudah terbiasa manggung dengan memegang hampir semua peralatan reog. Yakni mulai gamelan, kendang maupun menjadi pembarong dirinya sudah siap. Alasannya, dirinya sudah kerap berlatih rutin. Apalagi, baginya acara FRM merupakan spirit dan motivasi bagi para penggemar reog seusianya.
“FRM ini akan membangkitkan seni reog di tanah kelahirannya serta menjadi sumber inspirasi para seniman reog dan jmenjadikan motivasi untuk terus menggali ilmu seni reog di Ponorogo. Kami harap FRM dilaksanakan setiap tahun agar tak kehabisan seniman reog,” pungkasnya.

Source : SURYA Online

Incoming search terms:

About the Author

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose